5 Tempat Nongkrong Generasi Millennial Teraneh di Indonesia

 

5 Tempat Nongkrong Generasi Millennial Teraneh di Indonesia

Nongkrong. Inilah salah satu budaya orang Indonesia.

Dalam sebuah pepatah jawa bahkan juga disebut “Mangan ora mangan sing penting kumpul” yang artinya makan tidak makan yang penting berkumpul.

Tak ada yang salah sebenarnya dengan filosofi ini. Pesan kekeluargaan dan pertemanan yang dibawa adalah sebuah hal yang tentu perlu diterapkan.

Ngabuburit di sirkuit
Ngabuburit di sirkuit

Namun pengertian ‘ngumpul’ di sini jangan sampai dibawa ke ranah yang negatif apalagi di bulan Ramadhan ini.

Di Indonesia ada budaya berkumpul menunggu waktu berbuka puasa yakni ‘ngabuburit’. Taman, masjid dan mall merupakan tempat yang umum dijadikan lokasi ngabuburit.

Selain tiga tempat tersebut ada sejumlah lokasi lain yang kerap menjadi lokasi ‘ngabuburit’. Tak jarang lokasi tersebut sering tidak diketahui keistimewaannya atau tak jelas hiburan apa yang sebenarnya dapat dinikmati di bulan puasa ini.

Meski demikian tempat-tempat ini tetap memilki satu makna ‘dimana pun tempatnya yang penting kumpul!

Berikut ini wartawan merangkum 5 tempat aneh untuk ngabuburit di Indonesia.

1. Ngabuburit di Pinggir Rel Kereta Api

Ngabuburit lihat kereta api
Ngabuburit lihat kereta api

Kebiasaan ini menjadi tren di wilayah seperti di Solo, Sukabumi dan Bandung.

Di Sukabumi bahkan ada sekelompok warga yang nekat berjualan bukan di pinggiran rel namun tepat di atas rel kereta.

Nekat memang, namun sebagian warga beralasan bahwa sirine dari kereta memberikan mereka waktu yang cukup untuk memindahkan dagangannya.

Namun jangan sekali-kali kamu mencobanya karena tak hanya kan membahayakan diri sendiri namun juga para penumpang kereta.

Sesuai pasal 181 ayat 1 UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian, semua orang dilarang menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain selain untuk angkutan kereta api.

Bagi pelanggar hukuman pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta, sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 tahun 2007 siap menanti.

2. Ngabuburit di Pinggiran Bandara

Ngabuburit di bandara Husen

Posted by Agung Prijo Djatmiko on Saturday, 3 November 2012

Kegiatan ngabuburit ini banyak ditemui di sekitar bandara-bandara di Indonesia. Mungkin banyak yang bertanya, apa esensinya?

Dari sisi fotografi, pemandangan sunset yang dihiasi hilir mudik pesawat dapat menjadi sebuah keindahan tersendiri.

Selain pesawat juga menjadi objek hiburan tersendiri bagi sejumlah anak-ana, sehingga sejumlah orang tua kerap membawa sang anak melihat langsung proses lepas landas dan terbangnya pesawat ke sekitar bandara.

3. Ngabuburit di Jembatan Tol

Jika kamu tengah melewati tol, sesekali cobalah tengok ke arah jembatan-jembatan perlintasan yang terbentang. Kemungkinan besar kamu akan melihat sejumlah pemuda-pemudi yang tengah asyik duduk di jok motor.

Entah apa yang dilakukan, yang jelas keramaian ini dapat mengganggu lalu lintas di sekitar. Hal ini belum ditambah keberadaan pedagang-pedagang yang akan memanfaatkan suasana rami tersebut.

4. Ngabuburit di Kantor

Ilustrasi pulang kantor (NOT COVER)
Ilustrasi pulang kantor

Apa yang aneh? ayolah kapan lagi kamu punya momen untuk makan bersama keluarga. Di luar bulan puasa ada saja alasan, seperti sudah makan di kantor, di sekolah atau mungkin di pengajian.

Saat bulan puasa baik suami, istri dan anak yang berpuasa tentunya akan makan berbuka di waktu yang sama. Jangan sampai kesempatan untuk lebih mengenal keluargamu terbuang-buang sia-sia.

Memang tak semua orang bekerja hingga lewat Maghrib dan hal ini kembali lagi ke masing-masing karena tak semua keluarga memiliki kondisi yang sama.

Selain soal pundi-pundi uang, banya pula yang ngabuburit di kantor dengan alasan bahwa mereka adalah orang rantau ataupun sahabat mereka berada di kantor yang sama.

5. Ngabuburit di Gunung

Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran

Ngabuburit di Gunung? iya gunung.

Aneh rasanya mengingat mendaki gunung akan menguras tenaga yang besar. Tentu gunung yang dimaksud d isini adalah gunung yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Sejumlah tips mendaki di bulan puasa pun telah banyak beredar di internet. Namun tetap saja tips-tips tersebut hanya akan berguna untuk orang-orang tertentu saja.

Kalau mau diambil contoh nyata adalah para pendaki di Gunung Marapi yang meletus 4 Juni lalu. Sejumlah pendaki yang berhasil dievakuasi dilaporkan tetap berpuasa meski dalam kondisi lemah dan darurat sekalipun.

 

Sumber Berita 5 Tempat Nongkrong Generasi Millennial Teraneh di Indonesia : Kumparan.com

%d blogger menyukai ini: