Kenangan Obama Saat Tinggal di Indonesia: dari Becak Hingga Toleransi

Kenangan Obama Saat Tinggal di Indonesia: dari Becak Hingga Toleransi

Barack Obama akhirnya kembali menginjakkan kaki di Indonesia setelah kunjungannya terakhir 7 tahun silam. Kali ini, Obama memboyong istri dan kedua putrinya untuk berlibur di Bali, Yogyakarta, dan Indonesia.

Tak usah diragukan lagi, mantan Presiden AS ini memiliki kedekatan dengan Indonesia. Ia sempat tinggal di Jakarta selama 4 tahun, yaitu sejak tahun 1967-1971. Dalam waktu 4 tahun itu, ia hidup layaknya warga Jakarta kebanyakan.

Ibu Obama, Stanley Ann Dunham, menikah dengan orang Indonesia bernama Lolo Soetoro pada 15 Maret 1965 di Molokai, Hawaii setelah bercerai dengan ayah kandung Obama, Barack Obama, Sr pada 1964. Setelah menikah dengan Lolo, Obama beserta ibunya pun ikut pindah ke Indonesia dan tinggal di Jakarta.

“Indonesia bagian dari diri saya,” kata Obama dalam bahasa Indonesia saat berpidato di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia, 2010 yang lalu.

Saat menyampaikan pidato di hadapan mahasiswa Universitas Indonesia pada tahun 2010, Obama sempat menceritakan beberapa kenangannya saat tinggal di Indonesia.

kumparan (kumparan.com) telah merangkum berbagai kenangan Obama selama 4 tahun tinggal di Jakarta. Apa saja kenangan Obama soal Indonesia yang masih membekas? Berikut daftarnya:

1. Tinggal di Menteng Dalam

SDN Menteng 01 (Foto: Antara)

Bersama ayah tiri dan ibu kandungnya, Obama kecil tinggal di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

“Kami pindah ke Menteng Dalam. Kami tinggal di rumah yang kecil dan ada pohon mangga tertanam di depan rumah,” kata Obama dalam pidato di UI, Depok, tujuh tahun yang lalu.

Obama pernah sekolah di SD Santo Fransiskus Asisi di Tebet selama tiga tahun. Ia kemudian ke SDN Menteng 1 atau yang dikenal dengan SD Besuki, Menteng.

2. Sarinah, Bemo, dan Becak

Bemo di kawasan Benhil (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Ketika Obama menginjakkan kakinya pertama kali di Jakarta, Obama mengaku merasa seperti berada di dunia lain. Meski demikian, keramahan orang Indonesia membuatnya cepat beradaptasi dan membuatnya seperti berada di rumah sendiri. Datang pada 1967 di Jakarta, Obama merasakan banyaknya perubahan yang terjadi di Jakarta selama 40 tahun terakhir.

“Jakarta saat itu terlihat berbeda. Kota dipenuhi oleh gedung-gedung yang bukan pusat perbelanjaan pada kisaran 1967 sampai 1968. Dan saat itu hotel di Indonesia adalah salah satu hotel dengan bangunan yang tinggi,” tuturnya.

Dia juga ingat satu-satunya mall di Jakarta saat itu adalah Sarinah. Becak dan bemo merupakan transportasi tradisional yang saat itu merajai Jakarta dan sangat mudah ditemui kala itu.

“Hanya ada satu department store yang besar bernama Sarinah. Hanya itu saja. Becak dan bemo hanyalah transportasi yang paling sering ditemui kala itu. Saat itu belum ada banyak mobil dan tidak ada jalan tol seperti sekarang,” ujarnya.

3. Sate dan Bakso dari Penjual Keliling

Barrack dan Michelle Obama. (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

Menu khas Indonesia juga menjadi salah satu kenangan yang membekas di benak ayah dua anak ini. Sate dan bakso merupakan menu makanan yang paling diingat Obama.

Obama kecil, kala itu, rutin menikmati makanan khas Indonesia ini. Seperti orang Indonesia pada umumnya, dia pun ingat bagaimana caranya memanggil penjual sate dan bakso keliling jika ingin membeli kedua makanan tersebut.

“(Saya juga) beli sate dan bakso dari pedagang keliling. Saya masih ingat bagaimana cara memanggil mereka. ‘Sate!’. Saya ingat itu. ‘Bakso!’. Enak ya,” ujarnya.

4. Keramahan Indonesia dan Toleransi

Obama saat berkunjung ke Masjid Istiqlal. (Foto: Jason Reed/Reuters)

Selama tinggal di Indonesia, Obama mengaku terkesan betapa ramahnya masyarakat Indonesia. Mulai dari para orang tua, anak-anak tetangga, serta guru-guru yang mengajar Obama selama di Indonesia.

“Tapi dari semuanya itu, saya ingat bagaimana orang-orangnya, baik laki-laki dan perempuan selalu penuh dengan senyum. Anak-anak di sana membuat saya seperti tetangga dan teman mereka, dan guru-guru banyak membantu saya belajar tentang negara ini,” paparnya.

Dia juga banyak belajar dan terkesan akan toleransi di antara masyarakat Indonesia. Pelajaran toleransi itu dia dapat dari ayah tirinya, Lolo Soetoro.

“Selama saya berada di sini membuat saya menghargai sisi humanitas masyarakat. Dan ayah tiri saya, seperti orang Indonesia pada umumnya, adalah Muslim. Dia percaya bahwa semua agama mengajarkan rasa saling menghormati. Dia (Lolo) mengajarkan saya toleransi,” ungkapnya.

 

Baca juga : Kahiyang Ayu Putri Jokowi akan Segera Melepas Masa Lajang

 

 

Sumber berita Kenangan Obama Saat Tinggal di Indonesia: dari Becak Hingga Toleransi : kumparan

 

Satu tanggapan untuk “Kenangan Obama Saat Tinggal di Indonesia: dari Becak Hingga Toleransi

%d blogger menyukai ini: