Apakah Boleh Seorang Muslim Mentato Tubuhnya?

Apakah Boleh Seorang Muslim Mentato Tubuhnya?

Tato, sebuah seni yang tergambar di atas kanvas kulit manusia dibuat dengan kuas berupa jarum-jarum berisikan zat pewarna.
Maskulinitas, seni, memorial dan bentuk ekspresi merupakan sejumlah alasan seseorang memilih untuk bertato.
Lantas apakah boleh seorang muslim mentato tubuhnya?
Tidak boleh.
Hal ini secara tegas disebutkan dalam hadist dan Al-Quran.
Rasulullah SAW bersabda: ”Allah melaknat orang-orang yang mentato dan yang minta untuk ditato.

– HR. Bukhari
Menurut Ustaz Rikza Maulan, Direktur Institute for Islamic Studies & Development Jakarta seperti disebutkan dalam hadis, baik pihak yang mentato dan membuatkan tato terancam laknat Allah SWT.
“Jadi tato itu termasuk yang dilarang dan dilaknat Allah, dalam hadis-nya kira-kira Nabi Muhammad melarang orang yang mentato diri dan membuatkan tato.” ujar ustaz Rikza Maulan Senin (12/6).

Apakah Boleh Seorang Muslim Mentato Tubuhnya

Namun, kehebohan tentang anggota Front Pembela Islam di Rembang yang ketahuan memiliki tato orang telanjang membuat publik bertanya-tanya. Apalagi, anggota FPI tersebut disebut sebagai sosok yang dulunya preman namun
sudah bertaubat.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Apakah seseorang yang telah bertaubat wajib menghapus tatonya?
“Kalau yang sudah terlanjur maka yang pertama dia wajib bertaubat karena tato itu bagi sebagian ulama termasuk dosa besar yang melanggar syariat Allah. Kedua setelah dia bertaubat maka wajib menghilangkan tato tersebut dari tubuhnya ‘sebisa’ yang dia mampu.

Apabila telah berusaha tapi tidak bisa hilang mudah-mudahan Allah mengampuni,
” ujar Rikza.
Larangan ini tak lepas dari dampak dari tato yang akan mengubah mengganti warna pigmen pada kulit. Seorang muslim dilarang untuk mengubah-ngubah ciptaan Tuhan kecuali hal tersebut memilki latar belakang kesehatan dan dalam kondisi ‘terpaksa’.

Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.
– QS. An-Nisa’: 119
Bagaimana apakah kamu akan tetap membuat mempertahankan tato mu? Hal ini kembali ke kepercayaan dan kemauan masing-masing. Di sisi lain bagi yang tidak bertato, jangan sampai pula kita mendiskreditkan dan berpandangan buruk kepasa orang-orang yang bertato.
Allah SWT saja membuka kesempatan bertaubat, mengapa manusia tidak?

Sumber:kumparan.com

%d blogger menyukai ini: