Akibat Asap Rokok Fitria Ditinggal Pergi Bayi Hafizh ke Surga

Akibat Asap Rokok Fitria Ditinggal Pergi Bayi Hafizh ke Surga

Kepergian Muhammad Hafizh Syawal membawa duka yang mendalam bagi Fitria Indah Lestari dan suaminya. Hafizh, bayi mungil berusia satu bulan itu mengembuskan nafas terakhirnya karena sakit pneumonia atau radang paru-paru.

Hafizh lahir tanggal 27 Juni 2017 dalam kondisi sehat. Kehadiran Hafizh menjadi pelengkap kebahagian Fitria dan suami.

“Bahagianya aku, anakku kini sudah sepasang. Yang pertama perempuan, dan yang kedua laki laki,” kata Fitria di akun Facebooknya pada 8 Agustus 2017.

Hafizh tumbuh dengan sehat hingga tibalah ketika dia harus menjalani acara akikah dan gunting rambut. Fitria memilih mengadakan akikah di rumah mertuanya, karena tempat tinggalnya terlalu sempit.

Acara akikah dilaksanakan 17 Juli 2017 saat Hafizh berusia sekitar 21 hari. Suasana rumah ramai oleh para tamu undangan.

Image may contain: 1 person, baby and closeup

“Pada malam acara itu putraku Hafizh aku bawa ke ruang tamu. Karena banyak tamu yang ingin melihat Hafizh, aku terlalu sibuk dengan tamu, sampai-sampai aku tak menyadari kalau ada orang yang sedang merokok,” kata Fitria.

Acara selesai, Hafizh kembali tidur di kamar dan tidak ada masalah. Namun selang dua hari setelah itu, Hafizh batung-batuk dan nafasnya sesak.

“Aku memberitahukan suamiku tentang keadaan Hafizh, akhirnya aku diberikan obat batuk karena Hafizh masih terlalu kecil, aku yang minum obatnya, saat itu aku menyusui,” ucapnya.

Meski Fitria sudah minum obat batuk, namun Hafizh tak kunjung sembuh. Hafizh semakin batuk dan sesak nafas.

Fitria sempat membawa anaknya ke bidan, namun ditolak karena alasan Hafizh masih bayi dan bidan tersebut takut salah memberi obat. Akhirnya Hafidz dibawa ke rumah sakit dan langsung ditangani oleh dokter di IGD.

Image may contain: 1 person, sleeping and baby

Hafizh terbaring lemah dengan selang infus di tangan. Hidungnya juga dipasangi selang oksigen dan diberi suntikan beberapa kali. Dokter juga melakukan rontgen paru-paru untuk Hafizh.

“Ya Allah berat rasanya melihat putraku yang masih terlalu kecil masuk ke ruang IGD dan divonis mengalami pneumonia berat, kalau aku bisa meminta aku saja yang terkena penyakit itu daripada aku harus melihat Hafizh terbaring lemah,” ucap Fitria.

Dirangkum dari berbagai sumber, pneumonia merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Pnemuonia biasa disebut radang paru. Faktor-faktor penyebab pnemuonia bisa karena bakteri, virus, atau menghirup objek asing yang berbahaya seperti asap rokok atau bahan kimia.

No automatic alt text available.

 

Hafizh membaik dan dipindah ke rumah rawat inap. Namun Hafizh tak bisa menyusu langsung karena masih menggunakan ‘perlengkapan’ pernafasan.

“Sedikit demi sedikit air mataku menetes, mendengar suara isak tangis dari anakku sendiri yang sudah mulai serak karena semalam di ruang IGD, selain itu Hafizh juga tak boleh diberi susu. Hanya cairan dari infusannya yang masuk ke dalam tubuhnya. Ya Allah, aku tak tega melihat semua ujian ini,” ucap Fitria.

Selama Hafizh terbaring lemah di rumah sakit, Fitria selalu berada di samping anaknya. Sekali dia mendengar suara Hafizh memanggil dengan suara tak jelas.

“Aku bisikkan ia dengan lembut “Hafizh sayang, yang kuat yah. Ada bunda di sini, kamu pasti cepet sembuh kok, nanti kalo udah sembuh kamu nenen yang banyak yah biar cepet ndut,” ucap lembut Fitria di telinga Hafizh.

No automatic alt text available.

 

Hafizh terdiam dan menatap ibunya dengan dalam. Nafasnya kembali sesak dan berbunyi kencang. Dokter membawa Hafizh ke ruang pediatric intensive care unit (PICU), ruangan ICU untuk bayi dan anak yang juga ruangan yang membuat Fitria cemas dan takut.

“Ruang PICU, ruangan yang menurutku sangat menegangkan dan memiliki sedikit harapan untuk bisa sembuh kembali. Aku pun menangis sekeras-kerasnya. Aku mulai bertanya-tanya “Ya Allah, kenapa Engkau lakukan ini? Kenapa harus Hafizh yang menanggung dosa kedua orang tuanya? Kenapa, ya, Allah?” ucap Fitria.

Rasa cemas menghantui Fitria dan suami karena selalu kabar buruk yang didengar. Kondisi Hafizh menurun dan dia menderita pneumonia berat.

Hasil rontgen menunjukkan paru-paru Hafizh hampir semuanya berwarna putih, padahal seharusnya berwarna hitam. Dokter juga meminta agar Fitria dan suami menandatangani surat persetujuan tidak akan menuntut RS bila terjadi hal buruk pada Hafizh.

“Dengan beratnya aku pun menandatangani surat persetujuan itu. Seketika pandanganku hilang, semua menjadi gelap. Badanku terasa lemas tak berdaya, tak dapat terucap kata-kata dari mulutku. Hanya tangisan dan tangisan yang membanjiri pipiku. Suamiku juga menangis, kami hampir putus asa dengan semua cobaan ini,” tuturnya.

Semangat Fitria untuk kesembuhan Hafizh mulai layu. Meski begitu dia tetap berdoa untuk kesembuhan sang buah hati.

 

Image may contain: one or more people and people sleeping

“Ya Allah, berikanlah mukjizat-Mu. Berilah kesembuhan untuk anak hamba ya Allah, jangan hukum dia. Ia masih terlalu kecil untuk menerima sakit ini ya Allah,” doa Fitria.

Pagi hari, 30 Juli 2017 sekitar pukul 07.00 WIB, Fitria dan suami kembali dipanggil dokter ke ruang PICU. Mereka mendapat kabar kondisi Hafizh semakin buruk. Denyut nadinya menurun di angka 70-60, padahal nadi normal bayi adalah 90-100.

Menurut dokter denyut nadi 70 ke bawah itu rasanya seperti tenggorokan sedang tercekik dan susah nafas. Harapan hidup Hafizh semakin tipis.

“Aku dan suamiku sudah putus asa, doa dan salat kami panjatkan untuk kesembuhan Hafizh anak kami. Hanya mukjizat dari Allah yang bisa menyembuhkannya.” katanya.

Tiga jam berlalu, kondisi Hafizh semakin memburuk. Dokter meminta Fitri dan suami mendekat ke arah Hafizh dan memberikan semangat. Namun mata Hafizh terlihat lemah dan membiru. Fitria mengelus kepala bayi kecilnya sambil membacakan doa.

Image may contain: one or more people

“Usahaku gagal, akhirnya aku menyerah dan pasrah. “De, kalau Dede mau pergi, Bunda, Ayah dan semuanya sudah ikhlas kok. Bobo yang tenang ya, De. Bunda sayang banget sama Dede Hafizh,” ucap Fitri sambil terisak dan mengecup kening Hafizh.

Tak lama setelah itu, Hafizh mengembuskan nafas terakhir. Pukul 10.08 WIB Hafizh pergi meninggalkan orang-orang yang menyayanginya.
“Ya Allah, jika ini yang terbaik, lindungilah Hafizh, berikanlah ia tempat yang indah di surga-Mu. Berikanlah ketabahan dan kekuatan untuk kami yang ditinggalkan,” tutup Fitri.

Image may contain: plant, flower, tree, outdoor and nature

Fitria mengatakan pemicu pneumonia anaknya karena asap rokok. Fitria menduga asap rokok itu berasal saat acara akikah beberapa waktu lalu.

“Katanya (dokter) karena asap rokok, soalnya nempel di baju asapnya,” ucap Fitria.

Menurut Fitria, saat akikah memang ada yang merokok di dekat Hafizh. “Banyak yang merokok kurang lebih ada 3 orang, tapi saya nggak sadar karena saya sedang sibuk sama para tamu yang mau lihat anak saya,” katanya.

Selain itu, Fitria mengatakan Hafizh juga mengidap asma turunan dari keluarga suaminya. “Kata dokternya juga Hafizh ada gejala asma,” katanya.

 

 

Sumber Berita Akibat Asap Rokok Fitria Ditinggal Pergi Bayi Hafizh ke Surga : Kumparan.com

%d blogger menyukai ini: